Melawan Kekerasan Lewat Bunyi: Dosen ISI Yogyakarta Ubah Replika Senjata Jadi Instrumen Musik Perdamaian
- Administrator
- Senin, 13 April 2026 06:33
- 10 Lihat
- Sorotan
Di tengah meningkatnya konflik global, dosen Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Nanang Rakhmad Hidayat atau dikenal sebagai Nanang Garuda, memilih jalur seni sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan.
Ia mengubah visual senjata perang seperti sniper hingga bazooka menjadi instrumen bunyi fungsional, menghadirkan pesan damai melalui medium yang tak biasa.
Sejak 2020, Nanang telah menciptakan lebih dari 100 alat musik eksperimental dari barang bekas. Salah satu karyanya yang mencuri perhatian adalah antena parabola yang disulap menjadi replika senapan Browning M2, namun berfungsi sebagai alat musik.

Meski tampak menyerupai perlengkapan tempur, seluruh karya tersebut hanyalah imitasi visual yang mengandalkan eksplorasi desain interior dan pencarian potensi suara tersembunyi dari berbagai objek sehari-hari.
Proyek seni ini berangkat dari filosofi plesetan “Si Vis Pacem, Faciamus Musicam” — jika ingin perdamaian, maka bermainlah musik. Konsep tersebut menjadi kritik visual terhadap budaya kekerasan yang masih mendominasi dunia. Bagi Nanang, mendistorsi simbol senjata pembunuh menjadi alat kebahagiaan merupakan bentuk perjuangan artistik.

“Senjata identik dengan peperangan dan kekejian terhadap kemanusiaan. Justru ketika ia berubah menjadi sumber bunyi dan kegembiraan, di situlah pesan perdamaian ingin saya sampaikan,” ujarnya.
Foto: tangakapan layar Instagram Nanang Garuda